Tips Memilih Pengacara / Advokat Pidana Yang Baik

Posted on

Memilih pengacara atau advokat pidana yang baik, adalah gampang-gampang susah. Gampang karena jumlah pengacara diluar sana ada sangat banyak. Susah karena meskipun ada banyak yang menawarkan jasa, namun yang benar-benar baik sulit dijumpai.

Advokat Pidana

Apa kriteria pengacara yang baik?

Menurut saya, pertama dia harus berkompeten. Punya syarat2 formil dan materiil yg dibutuhkan utk menjadi seorang pengacara. Perlu diketahui, dewasa ini ada banyak organisasi advokat (OA), berbeda dengan jaman dahulu dimana organisasi advokat (OA) hanya didominasi oleh OA tertentu. Akibatnya jumlah advokat membludak. Sedangkan kualitas belum dapat dipastikan apakah ikut membaik.

Perlu diketahui, bahwa tidak semua pengacara memiliki bekal keilmuan dan pengalaman yang sama. Ada pengacara yang sudah memiliki pengalaman beracara di pengadilan puluhan tahun. Ada pula pengacara yang baru lulus kuliah dan baru disumpah untuk menjadi seorang advokat.

Pengacara yang sudah praktek puluhan tahun pun, tidak selalu memiliki bekal keilmuan yang bagus, dalam arti dia wajib terus belajar hukum (pidana), supaya ilmunya terus bertambah, dan bisa menjalankan praktek sebagai seorang pengacara pidana dengan lebih baik setiap harinya. Maka kriteria kedua, seorang pengacara yang baik, adalah seorang pengacara yang mau terus belajar.

Kriteria ketiga, pengacara yang baik berorientasi pada kebenaran. Apapun kondisi client nya, dia berusaha agar hak-hak hukum client nya tidak terlanggar dalam proses peradilan pidana. Jika tidak bersalah, dia akan berusaha untuk membela dan membuktikan client nya tidak bersalah. Jikapun client nya bersalah, dia akan berusaha agar client nya tidak dihukum melebihi kesalahannya. Pengacara yang berorientasi pada kebenaran, tidak akan menggunakan cara-cara yang kotor dalam menangani client nya. Menegakkan kebenaran tidak boleh menggunakan cara-cara yang kotor.

Ada banyak salah paham dalam hal diatas, bahwa seolah menggunakan cara-cara yang tidak baik, akan menolong mereka menyelesaikan masalah pidana. Hal tersebut seringkali terjadi sebaliknya di lapangan. Anggaplah menggunakan pendekatan uang, yang sering terjadi justru si tersangka menjadi ATM bagi oknum oknum tertentu dan terkuras habis harta benda nya. Akhirnya perkara nya belum tentu lolos, harta benda habis tidak bersisa. Sedangkan sebenarnya jalan untuk membela diri terbuka lebar di jalur yang benar.

Kriteria keempat, selain berorientasi pada kebenaran dan keadilan, juga berorientasi pada client dan mengerti kebutuhan dan kondisi client nya. Tidak semua client kondisinya sama, ada yang kesulitan keuangan, ada yang longgar. Ada yang berpendidikan, ada yang tidak. Ada yang mudah diberi penjelasan, ada yang tidak. Namun pengacara yang baik, akan berorientasi pada kebaikan client nya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang. Dia juga akan membimbing si client untuk melewati masalah hukum tersebut dengan baik, dan tidak menjerumuskan (ada banyak kasus terjadi di luar sana).

Butuh advokat pidana surabaya, Konsultasi hukum bebas biaya. WA 0813.8776.1471

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *