Strategi Menghadapi Perkara Pidana : Blackhat Vs Whitehat

Posted on

Bantuan Hukum Surabaya – Seseorang yang menghadapi perkara pidana, boleh dipastikan akan merasakan hidupnya penuh tekanan. Tidak usah jauh-jauh sampai masuk persidangan, baru dipanggil penyidik pun sudah akan panas dingin. Sulit makan susah tidur.

Bantuan hukum surabaya

Persidangan pidana, ibarat medan perang, perangnya telah dimulai semenjak tahap penyelidikan. Semakin intensif masuk ke penyidikan. Dan perang besar masuk persidangan.

Sehingga perang terbaik, dan berbiaya ringan, lebih mudah dilakukan di masa penyelidikan. Artinya adalah, memberikan jawaban dan keterangan yang tepat (dan jujur tentunya), akan banyak mengurangi kerugian akibat perang tersebut. Jangan sampai memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta yang ada, sehingga justru menjerumuskan diri.

Dalam menghadapi perang tersebut, pada dasarnya tiap orang boleh menggunakan strategi (meskipun pada dasarnya sebenarnya adalah sekedar strategi beracara saja). Pada prakteknya, orang seringkali memilih dua dari strategi utama, jalan yang kotor, yakni jalan dengan menggunakan lobi-lobi, kekuatan uang, atau jalur kekuasaan, dst utk memenangkan perang tsb.

Jalan kedua, jalan yang disertai idealisme, menempuh jalur yang lurus, sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh hukum, hukum beracara yang baik dan benar. Menggunakan bekal utama ilmu hukum, ilmu hukum beracara, dan menghindari cara-cara yang tidak benar.

Kami pada dasarnya lebih menempuh / memilih jalan yang kedua. Kami belajar hukum dengan tekun supaya dapat membela client kami dengan baik, berbekal keilmuan hukum sebaik-baiknya. Jalan ini panjang, membutuhkan komitmen, integritas, dedikasi, dst namun insyaallah berkah dan baik bagi semua orang.

Jalan yang lurus tersebut memang tidak selalu mudah. Namun setidaknya lebih murah. Tidak perlu keluar uang untuk hal-hal yang tidak perlu dan tidak benar. Menyuap misalnya. Sudahlah resikonya tinggi (bisa terkena pasal penyuapan tipikor, yang ancamannya mengerikan), bisa jadi malah diporoti oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, belum tentu menang, dan menang ataupun kalah, tetap kalah karena habis harta bendanya karena menghadapi peperangan tersebut.

Perang tersebut sesungguhnya tidak harus menghabiskan banyak biaya. Hanya karena ketidaksabaran dan nafsu untuk menang yang terlalu besar lah yang membuatnya menghabiskan banyak biaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *