Pengacara Lobi ?

Posted on

Pengacara Suarabaya – Istilah tersebut, seringkali dipakai bahan becanda oleh sebagian kalangan. Bahwa dalam menangani kasus, ada sebagian oknum pengacara yang senang menempuh jalur ‘lobi’.

Pengacara Surabaya

Lobi dalam tanda petik, karena tentu saja maksudnya bukanlah lobi-lobi dalam konteks yang formal, melainkan di belakang layar. Lobi dalam hal apa? dalam banyak hal beracara di peradilan pidana. Dalam persidangan pidana sudah tentu ada banyak pihak yang terlibat. Dari mulai tahap penyelidikan hingga lembaga pemasyarakatan.

Dari sekian banyak pihak yang terlibat, ada banyak proses yang harus dilalui. Mulai dari tahap pemeriksaan, pembuatan BAP di penyidikan, lalu kejaksaan, persidangan, dst. Ada semakin banyak jika di breakdown ke dalam detil-detil peristiwa, dimana setiap prosesnya, ada sebagian oknum pengacara yang berusaha menggunakan jalur lobi. 

Pada dasarnya lobi tidak selalu buruk, karena prinsipnya dia berusaha melakukan koordinasi untuk kepentingan client nya. Yang harus dihindari adalah dalam melakukan koordinasi tsb dia wajib menghindari cara-cara yang melanggar hukum, misalnya dengan menggunakan pendekatan uang dalam proses nya.

Lobi dari berbagai tingkatan proses tersebut, bagaimanapun banyak bersinggungan dengan etika profesi, dimana sebaiknya sejauh mungkin dihindari kecuali memang dimungkinkan oleh hukum acara pidana kita.

Kami sendiri, berusaha menghindari cara-cara tersebut, dan lebih mengedepankan cara-cara yang diijinkan oleh hukum, sehingga dengan demikian, kami berusaha menguasai semaksimal mungkin ilmu hukum pidana, dan hukum acara pidana, supaya dengan demikian memungkinkan kami untuk mendampingi client dgn cara-cara yang baik.

Jalur lobi biasanya ditempuh melalui koneksi, atau relasi. Sehingga biasanya seorang pengacara yang menggemari jalur ini, berusaha membangun jalur koneksinya seluas mungkin. Dia akan berusaha masuk ke lingkungan pergaulan pihak-pihak yang dianggapnya akan memberikan manfaat jaringan, kenalan yang luas. Satu hal yang mereka sering lupa, jaringan yang luas tidak selalu menguntungkan, bisa terjadi, dan sering terjadi juga menimbulkan kerugian. Karena jaringan yang luas, tanpa disertai kesatuan visi yang baik, akan rawan menimbulkan gesekan.

Masing-masing pihak akan berusaha mencari keuntungan, dimana hal tersebut seringkali menimbulkan kerugian bagi client karena pada ujungnya menjadi pihak yang menanggung beban yang ditimbulkan oleh proses peradilan pidana.

Maka, kami menyarankan, bagi masyarakat yang menghadapi/menjalani proses acara pidana, untuk tidak perlu menggunakan jalur-jalur yang tidak dilarang oleh hukum. Gunakan saja jalur-jalur resmi, hindari pengeluaran yang tidak perlu. Jangan sampai ketakutan terhadap proses peradilan pidana membuat ybs kehilangan kemampuan berpikir jernih dan menghabiskan harta benda yang telah dikumpulkan sejak lama.

Butuh Bantuan hukum surabaya, Konsultasi hukum bebas biaya. WA 0813.8776.1471

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *